Selasa, 26 Januari 2010

menghadapi masalah tanpa masalah

Sebuah kewajaran, jikalau manusia dalam hidupnya mempunyai sebuah masalah atau sebuah persoalan hidup. Baik mengenai masalah keluarga, kesehatan ataupun pekerjaan. Namun, andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang sama , sikap setiap orang berbeda dalam menghadapinya. Ada yang panik, ada yang sampai stress bahkan ada yang sampai bunuh diri. Akan tetapi tidak sedikit orang justru menikmati keberadaan masalah tersebut. Hal ini berarti bahwa masalah yang sesungguhnya bukan terletak pada masalahnya melainkan pada cara menyikapi sebuah masalah. Oleh karena itu, siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik , benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus mampu meningkatkan keterampilan dan ilmunya secara terus menerus dalam menghadapi persoalan. Karena dengan menghadapi sebuah masalah, kita akan tahu bagaimana caranya menghadapi masalah yang sama di kemudian hari. Andai kita renungkan dengan jernih sebenarnya yang menyebabkan masalah ada 3 hal yaitu kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan kenyataan, hidup terasa sulit dan bimbang, tidak ada pegangan.
kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat diatasai dengan 3 cara yaitu:
1.siap
Siap untuk apa? Yaitu siap menghadapi yang cocok dengan keinginan kita dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan kita. Kita memang di ,perbolehkan memiliki keinginan, cita-cita, dan harapan. Bahkan hal ini sangat dianjurkan. Namun bersamaaan dengan hal itu, kita pun harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang mempunyai keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh nalar dan kemampuan kita. Perlu diketahui bahwa, allah juga mempunyai rencana. Dan rencana Allah yang pasti akan terjadi. Yang menarik yaitu seringkali kita marah dan kecewa dengan suatu kejadian, namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadian” itu justru begitu menguntungkan , membawa hikmah yang besar dan sangat bernanfaat, jauh leih baik dari apa yag di harapkannya.
Jikalau kita selalu terbenam dalam tindakan yang salah dalam menyikapinya, maka betapa menyedihkannya kita melewati hari-hari kita bersama masalah tersebut. Sungguh rugi padahal hidup ini Cuma sekali yang harus di nikmati.
Alkisah ada seorang mahasiswa yang sangat meninginkan mempunyai IP tiggi pada semester 2. Dia belajar setiap hari dan sangat fokus pada mata kuliah yang ia ambil. Dia berencana mengambil penuh sks pada semester berikutnya agar dia cepat lulus dan membanggakan orang tua juga meaikan IPKnya. Akan tetapi Allah berkehendak lain, dia justru mendapatkan IP yang buruk dan hanya bias mengambil separuh sks yang disediakan. Betapa kaget, kesal dan marahnya mahasiswa terseut. dia merasa dirinya adalah mahluk paling sial di dunia. Akan tetapi 2 bulan perkuliahan berjalan, dia baru menyadari bahwa dengan banyaknya waktu luang yang dia miliki, sekarang dia mahir dalam hal design grafis. karena waktu luangnya dia habiskan untuk mendesign pamphlet-pamflet atau gambar untuk memenuhi tugasnya sebagai seksi publikasi pada acara yang di adakan UKM-UKM yang di ikutinya. Subhanallah, 4 bulan lalu dia merasa IPnya adalah kesialan luar biasa. kini hal itu di anggap suatu berkah yang tiada tara. Khusnudzan adalah kunci utama dalam mempersiapkan diri dalam menghaadapi permasalahan. Sesungguhnya masalah adalah ilmu atau nikmat dari Allah yang kedatangannya dengan cara yang kurang bias di nikmati.
2. ridha
Berhentilah menyalahkan orang lain. Semua sikap menyalahkan hanya membuang waktu. Sebanyak apa pun kesalahan orang lain yang kita temukan, dan sebanyak apa pun kita menyalahkan dia, hal itu tak akan mengubah kita. Dan berhentilah mengeluh Orang hanya mengeluhkan hal-hal yang bisa mereka perbaiki, dan tidak mengeluhkan hal-hal yang diluar kekuasaan kita. Karena walupun kita mengeluh , uring-uringan dan kecewa berat kenyataan itu tetap terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak ridha kenyataan itu tetap terjadi . maka, lebih baik kita ridha saja menerimanya.sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menyelesaikan masalah justru memperkeruh masalah. Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak selalu monoton. Kadang berbahagia dan berduka,
3. senyum
Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Senyum dan sopan santun ibarat udara yang ditiupkan pada roda kendaraan Anda, murah tapi menentukan perjalanan Anda . cobalah kita memasang senyum ketika kita sedang berada dalam masalah, pasti hati kita pun akan sedikit demi sedikit mulai merasa tenang. Karena dengan senyum tubuh kita akan terangsang untuk berbahagia. Dan sangatlah tidak adil jika kita memasang muka masam pada kawan kiata yang tidak tahu tentang keadaan kita. Mungkin mereka justru akan menjauhi kita dan tidak mau berbagi penderitaan dengan kita. Tapi jika sebaliknya, teman kita akan menganggap kita baik-baik saja dan kita pun akan terhibur dengan balasan senyum mereka.

Senin, 11 Januari 2010

Jadikan Hidup Lebih Bermakna

Alangkah baiknya apabila orang kembali mengatur dirinya dari waktu ke waktu, meneliti seluruh bagian dirinya untuk dapat mengetahui segala macam kekurangan dan penyakitnya. Lalu merumuskan program jangka pendek dan panjang untuk membebaskan dirinya dari segala hal yang merendahkan." (DR. Muhammad Al Ghazali dalam kitabnya Jaddid Hayataka)

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah ada 4 sikap manusia terhadap perencanaan :
1. Merencanakan kemudian berhasil maka ia orang yang sukses
2. Merencanakan kemudian tidak berhasil maka ia juga termasuk orang yang sukses
3. Tidak merencanakan dan berhasil maka ia termasuk orang yang beruntung/kebetulan
4. Tidak merencanakan dan tidak berhasil maka ia termasuk orang yang gagal

Membuat perencanaan merupakan setengah dari pekerjaan itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa orang yang membuat perencanaan namun tidak berhasil tetap dikatakan sebagai orang yang sukses. Karena dengan membuat perencanaan kita sudah meletakkan tujuan, target dan bagaimana langkah untuk melaksanakan rencana kita. Dengan perencanaan, maka kita akan melakukan suatu pekerjaan dengan lebih terarah, teratur dan rapi. Kita akan lebih semangat untuk mencapai cita-cita dan tujuan kita. 

Sebaliknya, tanpa perencanaan kita akan bersantai-santai. Tidak optimal dalam berusaha sehingga potensi yang Allah berikan berupa jasad, akal dan hati tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana mungkin kita berharap masuk surga jika hidup kita masih bersantai-santai. Mujahid dan mujahidah perindu surga tak pernah bersantai di dunia. Dunia adalah tempat beramal dan tempat santai menikmati hasilnya ada di surga.

Bagaimana Nanti atau Nanti Bagaimana?

Inilah perbedaan antara orang yang membuat perencanaan dan yang tidak. Orang yang membuat perencanaan akan berfikir 'Nanti Bagaimana?' Dengan demikian ia akan memiliki rencana ke depan, siasat dan strategi untuk mencapai tujuan hidupnya.

Sebaliknya orang yang tidak membuat perencanaan berfikir 'Bagaimana nantisaja lah' Kalau sudah terjadi baru akan difikirkan apa yang dilakukannya, pasrah terhadap masa depan tanpa adanya upaya untuk mempersiapkan diri. Ini ibarat orang yang mau perang tapi tidak mempunyai persiapan perbekalan dan senjata. Nanti saja lah kalau sudah ketemu musuh baru dipikir mau dilawan pake apa. Gubrak...

Bicara masalah perencanaan hidup, saya tergolong orang yang agak terlambat membuatnya. Saya baru sadar tergerak untuk membuat planning hidup setelah ditegur oleh seorang teman. Beliau mengkritik saya karena saya tidak punya perencanaan hidup secara rinci tertulis dan terukur. Beliau menceritakan bahwa rencana yang dia buat bersama istrinya banyak yang berhasil. Sedangkan saya sulit mengukur keberhasilan karena tidak membuat perencanaan yang rinci. Memang saya juga punya rencana-rencana besar dan kecil, tapi karena tidak dituangkan dalam tulisan jadi seringkali rencana-rencana itu terlupakan dan tak terfikir untuk mengejar target-target yang tertinggal.

Tapi dalam hidup tak ada kata terlambat untuk memulai. Maka saya dan teman hidup saya mulai membuat visi dan misi hidup disertai dengan usaha-usaha untuk mencapainya, lengkap dengan target baik jumlah maupun waktu sampai dengan 20 tahun mendatang. Dengan demikian kami bisa mengukur keberhasilan dengan ukuran-ukuran yang kami tetapkan sendiri.

Firman Allah SWT.” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18)
   
Hidup di dunia hanya sekali, maka hendaknya kita merencanakan hidup ini agar hanya kita isi dengan ibadah semata. Perencanaan merupakan sunnatullah, sehingga siapa saja yang tidak melakukan perencanaan dengan baik apakah dia orang beriman atau orang kafir maka akan menuai berbagai masalah bahkan kegagalan. Kata orang bijak gagal merencanakan berarti merencanakan gagal.


gi@n_nova
beksie_sun@yahoo.com

liburan poduktif

Ikhwan akhwat rahimakumullah …

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, liburan udah di depan mata …
Hmm … antum semua punya rencana apa nih di liburan kali ini ??
Jangan bilang, Cuma mau pulang kampung dan nyantai2 aja di rumah ..
Lho … Kan liburan ukh? Bukannya liburan tuh artinya off dari semua kegiatan kita?
Yakin??
Iyaa donk… memangnya mau ngapain lagi?

Ikhwahfillah, rugi banget deh kalo waktu liburan kita diisi dengan kegiatan TMN doang alias tidur-makan-nonton tv.
Guess what ?
Karena dalam waktu 1,5 bulan itu, kita bisa mengisi waktu luang kita dengan bejibun kegiatan yang bermanfaat. Gak percaya ? Nih , ana sebutin satu-satu yaa …
1. Bantuin Orang Tua
Ini buat antum semua yang rumahnya jauh dari Purwokerto (yang rumahnya di purwokerto aja, apalagi). Waktu kita pulang ke rumah, bawa deh kebiasaan mandiri kita di kost. At least, cuci baju sendiri, beres-beresin kamar setiap hari (gak mau tau yaa, klo kamar kostnya gak pernah diberesin). Buat yang akhwat, show up keterampilan memasak kita dengan mengambil alih urusan masak-masak dirumah, in the other hand, kita juga meringankan pekerjaan ibu. Jadi, jangan Cuma bermanja-manja aja yaa sama keluarga.

2. Silaturahim dan Sedekah
Jangan Cuma bertapa aja dirumah, coba kita keliling ke tempat tetangga, keluarga dekat, teman-teman bahkan guru-guru dari TK-SMA kita. Soalnya, Rasulullah saw juga menganjurkan kita untuk bersilaturahim dan bersedekah (HR.Thabrani). Mau tau keistimewaannya? Jangan bilang-bilang yaa, silaturahim itu adalah resep awet muda paling manjur sedunia dan sedekah akan membuat kita cepat mempunyai harta yang berlimpah nan berkah lho.. Gak percaya? Praktekin aja …

3. Rihlah
Ini dia yang identik dengan masa liburan. Rihlah bisa menjadi salah satu pilihan yang efektif buat meningkatkan kualitas diri kita. Kok bisa? Karena dengan berpergian kita bisa lebih mensyukuri nikmat ALLAH yang menciptakan alam sekitar dengan begitu luasnya. Selain itu juga buat refreshing setelah seabreg aktivitas yang kita lakukan selama 1 semester ini. Biar setelah liburan ini, kita siap menerima amanah dan melakukan aktivitas yang lebih banyak lagi dengan semangat yang full tank tentunya. Contohnya, rihlah ke gunung, pantai, arung jeram atau tempat-tempat wisata lainnya. Banyak banget deh manfaat berpergian yang bisa kita ambil. Asalkan tidak hanya untuk senang-senang, tapi benar-benar diniatkan karena ALLAH azza wa jalla.

4. Ikut kursus singkat
Hmm… kaget? Liburan mesti blajar juga?? Gak perlu seserius itu lagi, mencari ilmu kan harus sampai liang lahat. Kalo misalnya hari-hari biasa kita gak sempet buat belajar keterampilan ini-itu karena kesibukan kita di akademik dan organisasi , liburan ini merupakan kesempatan emas kita buat mendalami keterampilan yang kita miliki ataupun yang belum kita miliki tapi kita pengen banget bisa memilikinya. Yaah, itung-itung jadi “mahasiswa serba bisa” gag ada ruginya kan? Kita bisa ikut kursus singkat dengan budget yang murah plus ilmu bermanfaat pastinya. Contohnya, blajar Corel Draw dan segala keterampilan kompi lainnya, memasak, menjahit, bahasa asing bahkan perbengkelan. Banyak banget kan? Waktu 1,5 bulan itu gak singkat lho.. Kamu bisa punya berbagai keterampilan kalo kamu mau serius belajarnya. Bikin teman-teman kamu speechless ngeliat kamu udah bisa ini-itu saat kamu pulang ke Purwokerto lagi.

5. Kegiatan…kegiatan…kegiatan…
Ini khusus buat kita-kita yang gak bisa pulang kampung karena rumahnya jauh (Curhat nih penulisnya??^^). Liburan gak berarti kegiatan di kampus juga vakum. Kalo kita mau rajin-rajin update, ternyata kegiatan kampus banyak juga lho.. memang intensitasnya gak sebanyak masa kuliah aktif. Tapi, lumayan kan buat isi waktu luang. Kegiatan di luar kampus gimana ukh? Waah, lebih banyak lagi. Mau tau?? Makanya, harus rajin cari tau yaa.. biar kita gak bengong aja di kost-an.

Nah, udah banyak kan yang bisa kita lakukan saat liburan? Jadi, jangan ragu bikin liburan kita bermanfaat dan produktif. Masih mau leha-leha aja saat liburan? Ditunggu deh penyesalannya…
Kita tunggu yaa, cerita seru antum saat liburan di “Silaturahim pra-semester GAMAIS 2010” nanti!

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
by yuni wiwit

translate



Subscribe via email

daftar pengunjung

free counters

IP ADDRESS ANDA

IP