Rabu, 10 Februari 2010

Profil Pribadi Muslim

Aidil Heryana
Al-Qur'an dan sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur'an dan sunnah adalah pribadi yang saleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT.
Persepsi (gambaran) masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah. Padahal itu hanyalah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.
Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.
1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam" (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da'wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.
2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: "Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat". Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an. Allah berfirman yang artinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung" (QS. 68:4).
4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur'an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: " pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS 2:219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.
Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: "samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?"', sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS 39:9)
6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)" (HR. Hakim)
7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.
Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: "Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu". Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.
9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur'an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.
10. Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi'un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur'an dan sunnah. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.

Selasa, 26 Januari 2010

menghadapi masalah tanpa masalah

Sebuah kewajaran, jikalau manusia dalam hidupnya mempunyai sebuah masalah atau sebuah persoalan hidup. Baik mengenai masalah keluarga, kesehatan ataupun pekerjaan. Namun, andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang sama , sikap setiap orang berbeda dalam menghadapinya. Ada yang panik, ada yang sampai stress bahkan ada yang sampai bunuh diri. Akan tetapi tidak sedikit orang justru menikmati keberadaan masalah tersebut. Hal ini berarti bahwa masalah yang sesungguhnya bukan terletak pada masalahnya melainkan pada cara menyikapi sebuah masalah. Oleh karena itu, siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik , benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus mampu meningkatkan keterampilan dan ilmunya secara terus menerus dalam menghadapi persoalan. Karena dengan menghadapi sebuah masalah, kita akan tahu bagaimana caranya menghadapi masalah yang sama di kemudian hari. Andai kita renungkan dengan jernih sebenarnya yang menyebabkan masalah ada 3 hal yaitu kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan kenyataan, hidup terasa sulit dan bimbang, tidak ada pegangan.
kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat diatasai dengan 3 cara yaitu:
1.siap
Siap untuk apa? Yaitu siap menghadapi yang cocok dengan keinginan kita dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan kita. Kita memang di ,perbolehkan memiliki keinginan, cita-cita, dan harapan. Bahkan hal ini sangat dianjurkan. Namun bersamaaan dengan hal itu, kita pun harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk yang mempunyai keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh nalar dan kemampuan kita. Perlu diketahui bahwa, allah juga mempunyai rencana. Dan rencana Allah yang pasti akan terjadi. Yang menarik yaitu seringkali kita marah dan kecewa dengan suatu kejadian, namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadian” itu justru begitu menguntungkan , membawa hikmah yang besar dan sangat bernanfaat, jauh leih baik dari apa yag di harapkannya.
Jikalau kita selalu terbenam dalam tindakan yang salah dalam menyikapinya, maka betapa menyedihkannya kita melewati hari-hari kita bersama masalah tersebut. Sungguh rugi padahal hidup ini Cuma sekali yang harus di nikmati.
Alkisah ada seorang mahasiswa yang sangat meninginkan mempunyai IP tiggi pada semester 2. Dia belajar setiap hari dan sangat fokus pada mata kuliah yang ia ambil. Dia berencana mengambil penuh sks pada semester berikutnya agar dia cepat lulus dan membanggakan orang tua juga meaikan IPKnya. Akan tetapi Allah berkehendak lain, dia justru mendapatkan IP yang buruk dan hanya bias mengambil separuh sks yang disediakan. Betapa kaget, kesal dan marahnya mahasiswa terseut. dia merasa dirinya adalah mahluk paling sial di dunia. Akan tetapi 2 bulan perkuliahan berjalan, dia baru menyadari bahwa dengan banyaknya waktu luang yang dia miliki, sekarang dia mahir dalam hal design grafis. karena waktu luangnya dia habiskan untuk mendesign pamphlet-pamflet atau gambar untuk memenuhi tugasnya sebagai seksi publikasi pada acara yang di adakan UKM-UKM yang di ikutinya. Subhanallah, 4 bulan lalu dia merasa IPnya adalah kesialan luar biasa. kini hal itu di anggap suatu berkah yang tiada tara. Khusnudzan adalah kunci utama dalam mempersiapkan diri dalam menghaadapi permasalahan. Sesungguhnya masalah adalah ilmu atau nikmat dari Allah yang kedatangannya dengan cara yang kurang bias di nikmati.
2. ridha
Berhentilah menyalahkan orang lain. Semua sikap menyalahkan hanya membuang waktu. Sebanyak apa pun kesalahan orang lain yang kita temukan, dan sebanyak apa pun kita menyalahkan dia, hal itu tak akan mengubah kita. Dan berhentilah mengeluh Orang hanya mengeluhkan hal-hal yang bisa mereka perbaiki, dan tidak mengeluhkan hal-hal yang diluar kekuasaan kita. Karena walupun kita mengeluh , uring-uringan dan kecewa berat kenyataan itu tetap terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak ridha kenyataan itu tetap terjadi . maka, lebih baik kita ridha saja menerimanya.sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menyelesaikan masalah justru memperkeruh masalah. Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak selalu monoton. Kadang berbahagia dan berduka,
3. senyum
Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Senyum dan sopan santun ibarat udara yang ditiupkan pada roda kendaraan Anda, murah tapi menentukan perjalanan Anda . cobalah kita memasang senyum ketika kita sedang berada dalam masalah, pasti hati kita pun akan sedikit demi sedikit mulai merasa tenang. Karena dengan senyum tubuh kita akan terangsang untuk berbahagia. Dan sangatlah tidak adil jika kita memasang muka masam pada kawan kiata yang tidak tahu tentang keadaan kita. Mungkin mereka justru akan menjauhi kita dan tidak mau berbagi penderitaan dengan kita. Tapi jika sebaliknya, teman kita akan menganggap kita baik-baik saja dan kita pun akan terhibur dengan balasan senyum mereka.

Senin, 11 Januari 2010

Jadikan Hidup Lebih Bermakna

Alangkah baiknya apabila orang kembali mengatur dirinya dari waktu ke waktu, meneliti seluruh bagian dirinya untuk dapat mengetahui segala macam kekurangan dan penyakitnya. Lalu merumuskan program jangka pendek dan panjang untuk membebaskan dirinya dari segala hal yang merendahkan." (DR. Muhammad Al Ghazali dalam kitabnya Jaddid Hayataka)

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah ada 4 sikap manusia terhadap perencanaan :
1. Merencanakan kemudian berhasil maka ia orang yang sukses
2. Merencanakan kemudian tidak berhasil maka ia juga termasuk orang yang sukses
3. Tidak merencanakan dan berhasil maka ia termasuk orang yang beruntung/kebetulan
4. Tidak merencanakan dan tidak berhasil maka ia termasuk orang yang gagal

Membuat perencanaan merupakan setengah dari pekerjaan itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa orang yang membuat perencanaan namun tidak berhasil tetap dikatakan sebagai orang yang sukses. Karena dengan membuat perencanaan kita sudah meletakkan tujuan, target dan bagaimana langkah untuk melaksanakan rencana kita. Dengan perencanaan, maka kita akan melakukan suatu pekerjaan dengan lebih terarah, teratur dan rapi. Kita akan lebih semangat untuk mencapai cita-cita dan tujuan kita. 

Sebaliknya, tanpa perencanaan kita akan bersantai-santai. Tidak optimal dalam berusaha sehingga potensi yang Allah berikan berupa jasad, akal dan hati tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana mungkin kita berharap masuk surga jika hidup kita masih bersantai-santai. Mujahid dan mujahidah perindu surga tak pernah bersantai di dunia. Dunia adalah tempat beramal dan tempat santai menikmati hasilnya ada di surga.

Bagaimana Nanti atau Nanti Bagaimana?

Inilah perbedaan antara orang yang membuat perencanaan dan yang tidak. Orang yang membuat perencanaan akan berfikir 'Nanti Bagaimana?' Dengan demikian ia akan memiliki rencana ke depan, siasat dan strategi untuk mencapai tujuan hidupnya.

Sebaliknya orang yang tidak membuat perencanaan berfikir 'Bagaimana nantisaja lah' Kalau sudah terjadi baru akan difikirkan apa yang dilakukannya, pasrah terhadap masa depan tanpa adanya upaya untuk mempersiapkan diri. Ini ibarat orang yang mau perang tapi tidak mempunyai persiapan perbekalan dan senjata. Nanti saja lah kalau sudah ketemu musuh baru dipikir mau dilawan pake apa. Gubrak...

Bicara masalah perencanaan hidup, saya tergolong orang yang agak terlambat membuatnya. Saya baru sadar tergerak untuk membuat planning hidup setelah ditegur oleh seorang teman. Beliau mengkritik saya karena saya tidak punya perencanaan hidup secara rinci tertulis dan terukur. Beliau menceritakan bahwa rencana yang dia buat bersama istrinya banyak yang berhasil. Sedangkan saya sulit mengukur keberhasilan karena tidak membuat perencanaan yang rinci. Memang saya juga punya rencana-rencana besar dan kecil, tapi karena tidak dituangkan dalam tulisan jadi seringkali rencana-rencana itu terlupakan dan tak terfikir untuk mengejar target-target yang tertinggal.

Tapi dalam hidup tak ada kata terlambat untuk memulai. Maka saya dan teman hidup saya mulai membuat visi dan misi hidup disertai dengan usaha-usaha untuk mencapainya, lengkap dengan target baik jumlah maupun waktu sampai dengan 20 tahun mendatang. Dengan demikian kami bisa mengukur keberhasilan dengan ukuran-ukuran yang kami tetapkan sendiri.

Firman Allah SWT.” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18)
   
Hidup di dunia hanya sekali, maka hendaknya kita merencanakan hidup ini agar hanya kita isi dengan ibadah semata. Perencanaan merupakan sunnatullah, sehingga siapa saja yang tidak melakukan perencanaan dengan baik apakah dia orang beriman atau orang kafir maka akan menuai berbagai masalah bahkan kegagalan. Kata orang bijak gagal merencanakan berarti merencanakan gagal.


gi@n_nova
beksie_sun@yahoo.com

liburan poduktif

Ikhwan akhwat rahimakumullah …

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, liburan udah di depan mata …
Hmm … antum semua punya rencana apa nih di liburan kali ini ??
Jangan bilang, Cuma mau pulang kampung dan nyantai2 aja di rumah ..
Lho … Kan liburan ukh? Bukannya liburan tuh artinya off dari semua kegiatan kita?
Yakin??
Iyaa donk… memangnya mau ngapain lagi?

Ikhwahfillah, rugi banget deh kalo waktu liburan kita diisi dengan kegiatan TMN doang alias tidur-makan-nonton tv.
Guess what ?
Karena dalam waktu 1,5 bulan itu, kita bisa mengisi waktu luang kita dengan bejibun kegiatan yang bermanfaat. Gak percaya ? Nih , ana sebutin satu-satu yaa …
1. Bantuin Orang Tua
Ini buat antum semua yang rumahnya jauh dari Purwokerto (yang rumahnya di purwokerto aja, apalagi). Waktu kita pulang ke rumah, bawa deh kebiasaan mandiri kita di kost. At least, cuci baju sendiri, beres-beresin kamar setiap hari (gak mau tau yaa, klo kamar kostnya gak pernah diberesin). Buat yang akhwat, show up keterampilan memasak kita dengan mengambil alih urusan masak-masak dirumah, in the other hand, kita juga meringankan pekerjaan ibu. Jadi, jangan Cuma bermanja-manja aja yaa sama keluarga.

2. Silaturahim dan Sedekah
Jangan Cuma bertapa aja dirumah, coba kita keliling ke tempat tetangga, keluarga dekat, teman-teman bahkan guru-guru dari TK-SMA kita. Soalnya, Rasulullah saw juga menganjurkan kita untuk bersilaturahim dan bersedekah (HR.Thabrani). Mau tau keistimewaannya? Jangan bilang-bilang yaa, silaturahim itu adalah resep awet muda paling manjur sedunia dan sedekah akan membuat kita cepat mempunyai harta yang berlimpah nan berkah lho.. Gak percaya? Praktekin aja …

3. Rihlah
Ini dia yang identik dengan masa liburan. Rihlah bisa menjadi salah satu pilihan yang efektif buat meningkatkan kualitas diri kita. Kok bisa? Karena dengan berpergian kita bisa lebih mensyukuri nikmat ALLAH yang menciptakan alam sekitar dengan begitu luasnya. Selain itu juga buat refreshing setelah seabreg aktivitas yang kita lakukan selama 1 semester ini. Biar setelah liburan ini, kita siap menerima amanah dan melakukan aktivitas yang lebih banyak lagi dengan semangat yang full tank tentunya. Contohnya, rihlah ke gunung, pantai, arung jeram atau tempat-tempat wisata lainnya. Banyak banget deh manfaat berpergian yang bisa kita ambil. Asalkan tidak hanya untuk senang-senang, tapi benar-benar diniatkan karena ALLAH azza wa jalla.

4. Ikut kursus singkat
Hmm… kaget? Liburan mesti blajar juga?? Gak perlu seserius itu lagi, mencari ilmu kan harus sampai liang lahat. Kalo misalnya hari-hari biasa kita gak sempet buat belajar keterampilan ini-itu karena kesibukan kita di akademik dan organisasi , liburan ini merupakan kesempatan emas kita buat mendalami keterampilan yang kita miliki ataupun yang belum kita miliki tapi kita pengen banget bisa memilikinya. Yaah, itung-itung jadi “mahasiswa serba bisa” gag ada ruginya kan? Kita bisa ikut kursus singkat dengan budget yang murah plus ilmu bermanfaat pastinya. Contohnya, blajar Corel Draw dan segala keterampilan kompi lainnya, memasak, menjahit, bahasa asing bahkan perbengkelan. Banyak banget kan? Waktu 1,5 bulan itu gak singkat lho.. Kamu bisa punya berbagai keterampilan kalo kamu mau serius belajarnya. Bikin teman-teman kamu speechless ngeliat kamu udah bisa ini-itu saat kamu pulang ke Purwokerto lagi.

5. Kegiatan…kegiatan…kegiatan…
Ini khusus buat kita-kita yang gak bisa pulang kampung karena rumahnya jauh (Curhat nih penulisnya??^^). Liburan gak berarti kegiatan di kampus juga vakum. Kalo kita mau rajin-rajin update, ternyata kegiatan kampus banyak juga lho.. memang intensitasnya gak sebanyak masa kuliah aktif. Tapi, lumayan kan buat isi waktu luang. Kegiatan di luar kampus gimana ukh? Waah, lebih banyak lagi. Mau tau?? Makanya, harus rajin cari tau yaa.. biar kita gak bengong aja di kost-an.

Nah, udah banyak kan yang bisa kita lakukan saat liburan? Jadi, jangan ragu bikin liburan kita bermanfaat dan produktif. Masih mau leha-leha aja saat liburan? Ditunggu deh penyesalannya…
Kita tunggu yaa, cerita seru antum saat liburan di “Silaturahim pra-semester GAMAIS 2010” nanti!

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
by yuni wiwit

translate



Subscribe via email

daftar pengunjung

free counters

IP ADDRESS ANDA

IP